Kamis, 02 April 2015

Aozora Cafe (iCafe Langit Biru)

Sinar mentari menyinari pada batu di musim panas..
Aku melompati ke dua batu itu dan berlari menaikinya..
Rambutku masih basah saat selesai dari kolam renang..
Aku pun menunggumu di kuil kecil itu..
Demi menjaga rahasia ini pada teman sekelas..
Kita sengaja mencari jalan lainnya..
Aku punya firasat tentang cinta kita..
Mari bicara lebih lama di cafe langit biru..
Sambil meminum kopi kalengan..
Biarkanlah dihembus oleh angin yang segar..
Bahkan kita tidak menyadari nyanyian cicada..
Istirahatkan hati sejenak..
Inilah sihir waktu..
Matahari terbenam mulai menggelap pada bukit itu..
Sekarang kita pun berada di dunia yang berbeda..
Inilah saat yang menyenangkan ketika kita bertatapan..
Sekarang seekor burung pun mulai terbang..
Jika kita bersama teman atau pun di sekolah..
Kita dapat bertemu tanpa disadari oleh mereka..
Namun mulai saat ini ke mana kita akan pergi?
Kita tak dapat berciuman di cafe langit biru..
Seseorang pasti akan menemukan kita..
Hanya dengan membayangkan hal itu saja..
Sudah membuatku malu dan mengalihkan pandanganku..
Kisah cinta yang tertunda..
Sihir pun berhenti..
Mari bicara lebih lama di cafe langit musim panas..
Sekarang lebih gelap daripada yang dipikiran..
Kita pun disinari oleh cahaya rembulan..
Aku ingin terus seperti ini lebih lama lagi..
Mari bicara lebih lama di cafe langit biru..
Sambil meminum kopi kalengan..
Biarkanlah dihembus oleh angin yang segar..
Bahkan kita tidak menyadari nyanyian cicada..
Istirahatkan hati sejenak..
Inilah sihir waktu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar